Modul Kernel Linux’S

•Januari 30, 2010 • 2 Komentar

Pengertian Modul Kernel Linux

Modul kernel Linux adalah bagian dari kernel Linux yang dapat dikompilasi, dipanggil dan dihapus secara terpisah dari bagian kernel lainnya saat dibutuhkan. Modul kernel dapat menambah fungsionalitas kernel tanpa perlu me-reboot sistem. Secara teori tidak ada yang dapat membatasi apa yang dapat dilakukan oleh modul kernel. Kernel modul dapat mengimplementasikan antara lain device driver, sistem berkas, protokol jaringan.

Modul kernel Linux memudahkan pihak lain untuk meningkatkan fungsionalitas kernel tanpa harus membuat sebuah kernel monolitik dan menambahkan fungsi yang mereka butuhkan langsung ke dalam image dari kernel. Selain hal tersebut akan membuat ukuran kernel menjadi lebih besar, kekurangan lainnya adalah mereka harus membangun dan me-reboot kernel setiap saat hendak menambah fungsi baru. Dengan adanya modul maka setiap pihak dapat dengan mudah menulis fungsi-fungsi baru dan bahkan mendistribusikannya sendiri, di luar GPL.

Kernel modul juga memberikan keuntungan lain yaitu membuat sistem Linux dapat dinyalakan dengan kernel standar yang minimal, tanpa tambahan device driver yang ikut dipanggil. Device driver yang dibutuhkan dapat dipanggil kemudian secara eksplisit maupun secara otomatis saat dibutuhkan.

Terdapat tiga komponen untuk menunjang modul kernel Linux. Ketiga komponen tersebut adalah manajemen modul, registrasi driver, dan mekanisme penyelesaian konflik. Berikut akan dibahas ketiga komponen pendukung tersebut.

Manajemen Modul Kernel Linux

Manajemen modul akan mengatur pemanggilan modul ke dalam memori dan berkomunikasi dengan bagian lainnya dari kernel. Memanggil sebuah modul tidak hanya memasukkan isi binarinya ke dalam memori kernel, namun juga harus dipastikan bahwa setiap rujukan yang dibuat oleh modul ke simbol kernel atau pun titik masukan diperbaharui untuk menunjuk ke lokasi yang benar di alamat kernel. Linux membuat tabel simbol internal di kernel. Tabel ini tidak memuat semua simbol yang didefinisikan di kernel saat kompilasi, namun simbol-simbol tersebut harus diekspor secara eksplisit oleh kernel. Semua hal ini diperlukan untuk penanganan rujukan yang dilakukan oleh modul terhadap simbol-simbol.

Pemanggilan modul dilakukan dalam dua tahap. Pertama, utilitas pemanggil modul akan meminta kernel untuk mereservasi tempat di memori virtual kernel untuk modul tersebut. Kernel akan memberikan alamat memori yang dialokasikan dan utilitas tersebut dapat menggunakannya untuk memasukkan kode mesin dari modul tersebut ke alamat pemanggilan yang tepat. Berikutnya system calls akan membawa modul, berikut setiap tabel simbol yang hendak diekspor, ke kernel. Dengan demikian modul tersebut akan berada di alamat yang telah dialokasikan dan tabel simbol milik kernel akan diperbaharui.

Komponen manajemen modul yang lain adalah peminta modul. Kernel mendefinisikan antarmuka komunikasi yang dapat dihubungi oleh program manajemen modul. Saat hubungan tercipta, kernel akan menginformasikan proses manajemen kapan pun sebuah proses meminta device driver, sistem berkas, atau layanan jaringan yang belum terpanggil dan memberikan manajer kesempatan untuk memanggil layanan tersebut. Permintaan layanan akan selesai saat modul telah terpanggil. Manajer proses akan memeriksa secara berkala apakah modul tersebut masih digunakan, dan akan menghapusnya saat tidak diperlukan lagi.

Registrasi Driver

Untuk membuat modul kernel yang baru dipanggil berfungsi, bagian dari kernel yang lain harus mengetahui keberadaan dan fungsi baru tersebut. Kernel membuat tabel dinamis yang berisi semua driver yang telah diketahuinya dan menyediakan serangkaian routines untuk menambah dan menghapus driver dari tabel tersebut. Routines ini yang bertanggung-jawab untuk mendaftarkan fungsi modul baru tersebut.

Hal-hal yang masuk dalam tabel registrasi adalah:

  • device driver
  • sistem berkas
  • protokol jaringan
  • format binari

Resolusi Konflik

Keanekaragaman konfigurasi perangkat keras komputer serta driver yang mungkin terdapat pada sebuah komputer pribadi telah menjadi suatu masalah tersendiri. Masalah pengaturan konfigurasi perangkat keras tersebut menjadi semakin kompleks akibat dukungan terhadap device driver yang modular, karena device yang aktif pada suatu saat bervariasi.

Linux menyediakan sebuah mekanisme penyelesaian masalah untuk membantu arbitrasi akses terhadap perangkat keras tertentu. Tujuan mekanisme tersebut adalah untuk mencegah modul berebut akses terhadap suatu perangkat keras, mencegah autoprobes mengusik keberadaan driver yang telah ada, menyelesaikan konflik di antara sejumlah driver yang berusaha mengakses perangkat keras yang sama.

Kernel membuat daftar alokasi sumber daya perangkat keras. Ketika suatu driver hendak mengakses sumber daya melalui M/K port, jalur interrupt, atau pun kanal DMA, maka driver tersebut diharapkan mereservasi sumber daya tersebut pada basis data kernel terlebih dahulu. Jika reservasinya ditolak akibat ketidaktersediaan sumber daya yang diminta, maka modul harus memutuskan apa yang hendak dilakukan selanjutnya. Jika tidak dapat melanjutkan, maka modul tersebut dapat dihapus.

Prinsip Rancangan Linux’S

•Januari 30, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam rancangan keseluruhan, Linux menyerupai implementasi UNIX nonmicrokernel yang lain. Ia adalah sistem yang multiuser, multitasking dengan seperangkat lengkap alat-alat yang kompatibel dengan UNIX. Sistem berkas Linux mengikuti semantik tradisional UNIX, dan model jaringan standar UNIX diimplementasikan secara keseluruhan. Ciri internal rancangan Linux telah dipengaruhi oleh sejarah perkembangan sistem operasi ini.

Walaupun Linux dapat berjalan pada berbagai macam platform, pada awalnya dia dikembangkan secara eksklusif pada arsitektur PC. Sebagian besar dari pengembangan awal tersebut dilakukan oleh peminat individual, bukan oleh fasilitas riset yang memiliki dana besar, sehingga dari awal Linux berusaha untuk memasukkan fungsionalitas sebanyak mungkin dengan dana yang sangat terbatas. Saat ini, Linux dapat berjalan baik pada mesin multiprocessor dengan main memory yang sangat besar dan ukuran disk space yang juga sangat besar, namun tetap mampu beroperasi dengan baik dengan jumlah RAM yang lebih kecil dari 4 MB.

Akibat dari semakin berkembangnya teknologi PC, kernel Linux juga semakin lengkap dalam mengimplementasikan fungsi UNIX. Tujuan utama perancangan Linux adalah cepat dan efisien, tetapi akhir-akhir ini konsentrasi perkembangan Linux lebih pada tujuan rancangan yang ketiga yaitu standarisasi. Standar POSIX terdiri dari kumpulan spesifikasi dari beberapa aspek yang berbeda kelakuan sistem operasi. Ada dokumen POSIX untuk fungsi sistem operasi biasa dan untuk ekstensi seperti proses untuk thread dan operasi real-time. Linux dirancang agar sesuai dengan dokumen POSIX yang relevan. Sedikitnya ada dua distribusi Linux yang sudah memperoleh sertifikasi ofisial POSIX.

Karena Linux memberikan antarmuka standar ke programer dan pengguna, Linux tidak membuat banyak kejutan kepada siapa pun yang sudah terbiasa dengan UNIX. Namun interface pemrograman Linux merujuk pada semantik SVR4 UNIX daripada kelakuan BSD. Kumpulan pustaka yang berbeda tersedia untuk mengimplementasi semantik BSD di tempat dimana kedua kelakuan sangat berbeda.

Ada banyak standar lain di dunia UNIX, tetapi sertifikasi penuh dari Linux terhadap standar lain UNIX terkadang menjadi lambat karena lebih sering tersedia dengan harga tertentu (tidak secara bebas), dan ada harga yang harus dibayar jika melibatkan sertifikasi persetujuan atau kecocokan sebuah sistem operasi terhadap kebanyakan standar. Bagaimana pun juga mendukung aplikasi yang luas adalah penting untuk suatu sistem operasi, sehingga sehingga standar implementasi merupakan tujuan utama pengembangan Linux, walaupun implementasinya tidak sah secara formal. Selain standar POSIX, Linux saat ini mendukung ekstensi thread POSIX dan subset dari ekstensi untuk kontrol proses real-time POSIX.

Sistem Linux terdiri dari tiga bagian kode penting:

  • Kernel. Bertanggung-jawab memelihara semua abstraksi penting dari sistem operasi, termasuk hal-hal seperti memori virtual dan proses-proses.
  • Pustaka sistem. Menentukan kumpulan fungsi standar dimana aplikasi dapat berinteraksi dengan kernel, dan mengimplementasi hampir semua fungsi sistem operasi yang tidak memerlukan hak penuh atas kernel.
  • Utilitas sistem. Program yang melakukan pekerjaan manajemen secara individual.

Kernel

Walaupun berbagai sistem operasi modern telah mengadopsi suatu arsitektur message-passing untuk kernel internal mereka, Linux tetap memakai model historis UNIX: kernel diciptakan sebagai biner yang tunggal dan monolitis. Alasan utamanya adalah untuk meningkatkan kinerja, karena semua struktur data dan kode kernel disimpan dalam satu address space, alih konteks tidak diperlukan ketika sebuah proses memanggil sebuah fungsi sistem operasi atau ketika interupsi perangkat keras dikirim. Tidak hanya penjadwalan inti dan kode memori virtual yang menempati address space ini, tetapi juga semua kode kernel, termasuk semua device drivers, sistem berkas, dan kode jaringan, hadir dalam satu address space yang sama.

Kernel Linux membentuk inti dari sistem operasi Linux. Dia menyediakan semua fungsi yang diperlukan untuk menjalankan proses, dan menyediakan layanan sistem untuk memberikan pengaturan dan proteksi akses ke sumber daya perangkat keras. Kernel mengimplementasi semua fitur yang diperlukan supaya dapat bekerja sebagai sistem operasi. Namun, jika sendiri, sistem operasi yang disediakan oleh kernel Linux sama sekali tidak mirip dengan sistem UNIX. Dia tidak memiliki banyak fitur ekstra UNIX, dan fitur yang disediakan tidak selalu dalam format yang diharapkan oleh aplikasi UNIX. Interface dari sistem operasi yang terlihat oleh aplikasi yang sedang berjalan tidak ditangani langsung oleh kernel, akan tetapi aplikasi membuat panggilan (calls) ke perpustakaan sistem, yang kemudian memanggil layanan sistem operasi yang dibutuhkan.

Pustaka Sistem

Pustaka sistem menyediakan berbagai tipe fungsi. Pada level yang paling sederhana, mereka membolehkan aplikasi melakukan permintaan pada layanan sistem kernel. Membuat suatu system call melibatkan transfer kontrol dari mode pengguna yang tidak penting ke mode kernel yang penting; rincian dari transfer ini berbeda pada masing-masing arsitektur. Pustaka bertugas untuk mengumpulkan argumen system-call dan, jika perlu, mengatur argumen tersebut dalam bentuk khusus yang diperlukan untuk melakukan system call.

Pustaka juga dapat menyediakan versi lebih kompleks dari system call dasar. Contohnya, fungsi buffered file-handling dari bahasa C semuanya diimplementasikan dalam pustaka sistem, yang memberikan kontrol lebih baik terhadap berkas M/K daripada system call kernel dasar. pustaka juga menyediakan rutin yang tidak ada hubungan dengan system call, seperti algoritma penyusunan (sorting), fungsi matematika, dan rutin manipulasi string (string manipulation). Semua fungsi yang diperlukan untuk mendukung jalannya aplikasi UNIX atau POSIX diimplementasikan dalam pustaka sistem.

Utilitas Sistem

Sistem Linux mengandung banyak program-program pengguna-mode: utilitas sistem dan utilitas pengguna. Utilitas sistem termasuk semua program yang diperlukan untuk menginisialisasi sistem, seperti program untuk konfigurasi alat jaringan (network device) atau untuk load modul kernel. Program server yang berjalan secara kontinu juga termasuk sebagai utilitas sistem; program semacam ini mengatur permintaan pengguna login, koneksi jaringan yang masuk, dan antrian printer.

Tidak semua utilitas standar melakukan fungsi administrasi sistem yang penting. Lingkungan pengguna UNIX mengandung utilitas standar dalam jumlah besar untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, seperti membuat daftar direktori, memindahkan dan menghapus file, atau menunjukkan isi dari sebuah file. Utilitas yang lebih kompleks dapat melakukan fungsi text-processing, seperti menyusun data tekstual atau melakukan pattern searches pada input teks. Jika digabung, utilitas-utilitas tersebut membentuk kumpulan alat standar yang diharapkan oleh pengguna pada sistem UNIX mana saja; walaupun tidak melakukan fungsi sistem operasi apa pun, utilitas tetap merupakan bagian penting dari sistem Linux dasar.

Sejarah Linux’S

•Januari 30, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Linux adalah sebuah sistem operasi yang dikembangkan oleh Linus Benedict Torvalds dari Universitas Helsinki Finlandia sebagai proyek hobi mulai tahun 1991. Ia menulis Linux, sebuah kernel untuk prosesor 80386, prosesor 32-bit pertama dalam kumpulan CPU Intel yang cocok untuk PC. Baru pada tanggal 14 Maret 1994 versi 1.0 mulai diluncurkan, dan hal ini menjadi tonggak sejarah Linux.

Linux merupakan clone dari UNIX yang telah di- port ke beragam platform, antara lain: Intel 80×86, AlphaAXP, MIPS, Sparch, Power PC, dsb. Sekitar 95% kode sumber kernel sama untuk semua platform perangkat keras.

Linux termasuk sistem operasi yang didistribusikan secara open source, artinya kode sumber Linux diikutsertakan sehingga dapat dipelajari dan dikembangkan dengan mudah. Selain itu Linux dikembangkan oleh GNU (General Public License). Linux dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti: jaringan, pengembangan software, dan sebagai end-user platform. Selama ini Linux menjadi sistem operasi yang menjadi banyak perhatian karena kecanggihan dan harganya yang relatif murah dibanding dengan sistem operasi yang lain. Macam-macam distribusi Linux antara lain: Stackware, Debian, RedHat, S.u.s.e., Caldera, dan Turbo Linux. Macam-macam distribusi Linux ini akan dibahas lebih mendalam pada pembahasan DISTRO.

Istilah Linux atau GNU/Linux (GNU) juga digunakan sebagai rujukan kepada keseluruhan distro Linux (Linux distribution), yang didalamnya selalu disertakan program-program lain yang mendukung sistem operasi ini. Contoh program-program tersebut adalah Web Server, Bahasa Pemrograman, Basis Data, Tampilan Desktop (Desktop Environment) (seperti GNOME dan KDE), dan aplikasi/ software perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric, dan lainnya. Distro Linux telah mengalami pertumbuhan yang pesat dari segi popularitas, sehingga lebih populer dari versi UNIX yang menganut sistem lisensi dan berbayar (proprietary) maupun versi UNIX bebas lain yang pada awalnya menandingi dominasi Microsoft Windows dalam beberapa sisi.

Linux mendukung banyak Perangkat keras Komputer, dan telah digunakan di dalam berbagai peralatan dari Komputer pribadi, Superkomputer dan Sistem Benam (Embedded System) (seperti Telepon Seluler Ponsel dan Perekam Video pribadi Tivo).

Pada mulanya, Linux dibuat, dikembangkan dan digunakan oleh peminatnya saja. Kini Linux telah mendapat dukungan dari perusahaan besar seperti IBM, dan Hewlett-Packard dan perusahaan besar lain. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan ini dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor-independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX proprietari, serta faktor keamanan dan kestabilannya dibandingkan dengan Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka opensource software.

Gambar Logo Linux

Logo Linux


Tux, seekor Pinguin, merupakan logo dan maskot bagi Linux. Linux adalah trademark (SN: 1916230) yang dimiliki oleh Linus Torvalds. Linux terdaftar sebagai “Program sistem operasi komputer bagi penggunaan komputer dan operasi”. Trademark ini didaftarkan setelah ada suatu kejadian di mana seorang pemalsu bernama William R Della Croce Jr mulai mengirim surat kepada para distributor Linux dan mengklaim trademark Linux adalah hak miliknya serta meminta royalti sebanyak 10% dari mereka. Para distributor Linux mulai mendorong agar trademark yang asli diberikan kepada Linus Torvalds. Pemberian lisensi trademark Linux sekarang dibawah pengawasan Linux Mark Institute.

BootLoader atau Grub Hilang, Piye?

•Januari 30, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pc atau Laptop Anda menggunakan dual boot linux-windows atau bahkan multiboot? Anda tentu sangat memerlukan GRUB untuk memilh sistem operasi yang akan digunakan pada saat booting, tanpa GRUB kita tidak bisa masuk ke komputer secara noral. Bagaimana kalau GRUB hilang? Dijamin kita jadi bingung tujuh keliling karena tidak bisa masuk ke system operasi yang terinstall di computer kita.

Kehilangan GRUB dapat terjadi jika kita menjalankan fixmbr untuk memperbaiki mbr windows XP atau setelah merestore system windows pada computer dengan dual system (windows-linux).

Berikut ini adalah cara termudah untuk memperbaiki GRUB yang hilang:

#Siapkan Secangkir Kopi dan sebungkus kacang gorenag merek apa ja bebas hehe…
#Siapkan live CD distro (misalnya system rescue cd)
Dari terminal, ketik perintah berikut untuk masuk ke console grub
% grub
grub>

#cari tahu informasi tentang file stage1 dengan perintah berikut
grub> find /boot/grub/stage1

maka akan muncul daftar partisi mengandung file stage1, jumlahnya tergantung berapa banyak distro linux yang terinstall di hdd kita. Jika kita menginstall 3 distro pada partisi had 4, had 5 dan had 6, maka setelah mengetik perintah diatas akan memperlihatkan hasil sebagai berikut:
(hd0,4)
(hd0,5)
(hd0,6)

Pilih partisi yang akan kita hidupkan kembali GRUB-nya, misalnya partisi linux di /dev/hda4 atau (hd0,4). Kemudian ketik perintah ini
grub> root (hd0,4)

Kemudian install grub ke mbr dengan perintah:
grub> setup (hd0)
grub> quit

Reboot computer anda, maka GRUB akan muncul kembali seperti sedia kala. Jika urutan distro pada grub akan diubah, masuk ke terminal sebagai root lalu ubah file /boot/grub/menu.lst

Selamat Mencoba Dengan Senyuman Yang Berharap Cemas hehe….

Instalasi FreeBSD

•Januari 30, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Bagi anda yang menggeluti dunia komputer, anda pasti lebih mengenal Windows 95 dan berbagai aplikasi yang dapat berjalan di atasnya dibandingkan dengan sistem operasi UNIX. Dalam artikel ini akan dibahas cara menginstall FreeBSD sebagai salah satu alternatif sistem operasi UNIX yang mudah dipelajari dan dioperasikan.
Tidak seperti pandangan anda bahwa semua sistem operasi UNIX hanya berjalan di komputer-komputer besar, FreeBSD dapat berjalan di personal komputer yang menggunakan sistem arsitektur Intel (atau arsitektur lain yang sama dengan Intel seperti AMD), mulai personal komputer yang menggunakan 486 sampai Pentium Pro. Selain itu FreeBSD adalah freeware, dimana anda dapat mendapatkannya secara gratis tanpa perlu membeli seperti anda bayangkan pada sistem operasi UNIX lainnya. Tetapi walaupun freeware, kemampuan FreeBSD untuk beberapa aspek tertentu (misalkan digunakan sebagai internet server) bisa dibandingkan dengan sistem operasi UNIX kelas atas lainnya. FreeBSD bisa anda dapat melalui anonymous FTP apabila anda mempunyai koneksi internet, atau dengan membeli CD-ROM yang dijual oleh Walnut Creek CD-ROM store.
Di dalam FreeBSD sendiri telah terdapat banyak aplikasi built-in, sebagai misal untuk text editor (vi dan emacs), Compiler (gcc), perl, browser(lynx) dan internet server. Terdapat juga aplikasi-aplikasi lain yang tergabung dalam software packages yang bisa kita pilih untuk diinstall juga dalam FreeBSD.
Bagi anda yang menginginkan user interface layaknya windows, maka FreeBSD dapat dikonfigurasi menjadi XWindows dengan tampilan seperti Windows.

Sistem minimum yang dibutuhkan :

Sistem minimum yang dibutuhkan untuk dapat mengoperasikan FreeBSD adalah sebagai berikut :
Prosesor 486-DX2
RAM 8 MB
Hard Disk 500 MB
VGA Card
Sedangkan apabila yang anda inginkan adalah sistem optimum, maka yang anda butuhkan adalah konfigurasi sebagai berikut :
Prosesor Pentium 100
RAM 16 MB
Hard Disk 1,2 GB
VGA Card (apabila ingin memasang Xwindows)

Apabila anda menginginkan FreeBSD digunakan sebagai internet server, maka yang harus anda tambahkan adalah Ethernet Card, atau modem. Anda tidak usah menggunakan Ethernet card bermerk, yang anda butuhkan adalah Ethernet Card NE-2000 Compliant.

Cara Instalasi

Seperti yang telah diutarakan di atas, ada dua cara untuk menginstall FreeBSD, yaitu melalui anonymous FTP bagi anda yang mempunyai koneksi ke internet, atau melalui CD-ROM yang dibeli dari Walnut Creek CD-ROM (kurang lebih $40 dengan ongkos kirim). Versi terbaru dari FreeBSD adalah 2.2.1.
Bagi anda yang mempunyai koneksi ke internet, FTP server yang menyediakan source dari FreeBSD ada di banyak negara. Anda bisa mendownload installer FreeBSD melalui master sites nya (ftp.freebsd.org) atau mirror sitesnya di negara-negara lain, misalkan di jepang (ftp.jp.freebsd.org) atau melalui FTP server di tempat kami wuz-wuz.itb.ac.id). Pada saat melakukan instalasi akan ditunjukkan daftar ftp server mempunyai installer FreeBSD .

Langkah yang anda lakukan adalah :
Browse FTP sites diatas, lalu masuk ke direktori pub/FreeBSD/2.2.1-RELEASE/floppies.
Download file boot.flp, copy file di atas ke floppy disk, lalu di rawrite di DOS (dengan menggunakan program rawrite.exe).Program rawrite bisa didapat pada FTP server di atas, pada direktori /pub/FreeBSD/tools/. Selain menggunakan rawrite bisa juga digunakan fdimage. Perintah untuk melakukan rawrite atau fdimage adalah :

a:> rawrite.exe boot.flp

atau
a:> fdimage.exe boot.flp

Apabila anda menggunakan CD-ROM, maka cara yang harus anda lakukan adalah sebagai berikut :
Buat terlebih dahulu boot floppy untuk instalasi, dengan cara jalankan perintah makeflp.bat, yang ada pada cdrom. Atau gunakan perintah rawrite atau fdimage seperti di atas (di dalam CD-ROM file di atas sudah ada).

Setelah anda selesai melakukan proses pembuatan boot floppy, maka boot komputer yang hendak anda install FreeBSD dengan floppy disk tersebut. Pada saat komputer boot, anda akan melihat tulisan :

Boot :

Pada saat keluar tulisan di atas, maka tekan enter. Setelah ditekan enter maka boot disk FreeBSD akan memeriksa peripheral-peripheral yang ada pada komputer anda, lalu akan keluar menu seperti gambar di bawah :

1

Pilih menu Express (bagi beginner) atau Custom bagi anda yang ingin meng-customize FreeBSD yang hendak anda install. Mode express sangat cocok untuk pemula, karena anda akan dibimbing oleh menu-menu yang mudah dimengerti untuk proses instalasi FreeBSD.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam instalasi sendiri terdiri dari langkah utama, yaitu : partisi, pemberian nama dan space sub-partisi dari partisi yang ada, pemilihan media instalasi, dan mode instalasi yang menentukan besar space yang dibutuhkan untuk FreeBSD. Dengan menggunakan mode novice ataupun mode config anda akan dibimbing dengan menu-menu yang mudah dimengerti, sampai proses instalasi selesai.
Apabila anda memilih mode novice, maka anda akan dibimbing dalam proses instalasi dan menu-menu yang mudah dimengerti sampai instalasi usai. Proses yang berlangsung adalah (gambar bisa dilihat pada instalasi mode custom) :
Partition editor, di sini anda memilih penggunaan hard disk anda dalam instalasi, apakah semua space yang ada digunakan untuk FreeBSD ataukah menggunakan sebagian saja.
Label editor, di sini anda membagi partisi yang telah anda buat menjadi semacam direktori-direktori tempat FreeBSD akan menaruh file. Di sini anda bisa memilih option A (Auto default for all) sehingga anda tidak usah memikirkan pembagian-pembagian partisi.
Distributions, untuk memilih file-file yang hendak diinstall, untuk instalasi minimal pilih developer atau user.
Media, pilih media instalasi yang hendak digunakan, apabila melalui CD-ROM pilih CD-ROM, sedangkan apabila melalui FTP, pilih FTP.
Commit, di sini semua partisi akan dituliskan dan FreeBSD mulai diinstall.
Setelah semua proses selesai anda dapat mengkonfigurasi ulang sistem yang telah anda buat.

Apabila anda memilih mode custom, maka anda sendiri yang menentukan proses instalasi dari FreeBSD. Keuntungan dari mode custom adalah kita dapat mengatur alokasi space hard disk (apabila terbatas). Pertama kali anda akan langsung masuk ke menu ke dua yang nampak seperti pada gambar :

2

pilih menu partition, dengan menu partition anda akan memilih partisi yang hendak anda gunakan untuk instalasi FreeBSD, di sini ditampilkan partisi partisi yang ada pada hard disk anda

3

Anda bisa memilih A (Use Entire Disk), apabila anda menginginkan semua semua space hard disk ingin anda gunakan untuk FreeBSD atau pilih C untuk create partisi sesuai dengan keinginan anda. Setelah selesai maka pilih Finish. Setelah itu anda akan ditanya menu pilih Boot configuration, apabila semua partisi telah anda buat untuk FreeBSD maka pilih Standard (dengan menekan space bar) atau boot manager apabila dalam hard disk anda terdapat sistem operasi lain (misalkan Windows).

4

Lalu anda akan masuk kembali ke menu awal. Di sini anda pilih menu Label, lalu anda akan masuk ke tampilan seperti :

5

Di sini anda akan membagi partisi yang telah anda buat, menjadi sub partisi lain dan memberi space hard disk yang hendak anda alokasikan untuk sub partisi tersebut. Sub partisi yang harus ada adalah :
/ (baca root) yang digunakan untuk root file system yang harus ada pada FreeBSD. Alokasikan sebesar 100 MB.
/usr yang digunakan menyimpan aplikasi dan perintah-perintah yang built in pada UNIX. Tergantung pada instalasi, apabila anda hanya ingin menginstall FreeBSD secara minimum maka space yang bisa dialokasikan adalah sebesar 200MB, tetapi apabila anda ingin memasang Xwindow, maka space yang dibutuhkan adalah 500 MB.
/var alokasikan sebesar 50 MB.
Swap , tempat FreeBSD menempatkan virtual memori, alokasi minimal adalah 2 kali memori yang terdapat di komputer anda.

Cara untuk mengalokasikan Sub partisi di atas adalah tekan ‘C’ maka akan keluar tampilan :
isi dengan /, lalu anda akan ditanya space yang dialokasikan isi dengan ‘100MB’. Lalu pilih directory (kecuali untuk swap anda pilih swap). Proses ini terus dilakukan sampai semua sub partisi di atas telah dialokasikan. Apabila semua sub partisi ‘wajib’ di atas dituliskan dan masih tersisa space, maka ulangi lagi langkah di atas, dan anda assign space sisa yang ada dengan nama sub partisi yang anda inginkan, misalkan /data (semua sub partisi di depannya diberi tanda /). Setelah semua proses di atas selesai dilakukan tekan ‘Q’ untuk finish dan akan kembali ke menu semula.
Atau apabila anda merasa cara di atas sulit dimengerti, gunakan option A (Auto default for all) yang akan otomatis membagi partisi menjadi sub-partisi yang dibutuhkan.
Sekarang pilih menu Media, apabila anda menginstall dari CD-ROM, maka pilih CD-ROM dan anda akan dibawa kembali ke menu semula, sedangkan apabila menggunakan FTP, maka anda pilih menu FTP.

51

Apabila menggunakan FTP maka akan muncul list ftp sites yang bisa anda gunakan, di sini pilih ftp sites yang sekiranya cepat dan mudah dicapai untuk instalasi FreeBSD.
Sekarang pilih menu distributions, untuk memilih apa saja yang hendak di install dalam FreeBSD dan space yang dibutuhkan untuk pilihan instalasi yang hendak anda pilih. Setelah anda pilih menu tersebut, akan keluar menu :

52

apabila yang anda inginkan instalasi minimal, maka anda pilih menu developer atau user, sedangkan apabila anda ingin memasang juga Xwindow, maka pilih All. Setelah anda selesai memilih, anda akan dibawa kembali ke menu semula.
Sekarang pilih commit, dengan memilih commit anda berarti siap menginstall FreeBSD. Apabila anda menggunakan CD-ROM, maka FreeBSD akan diinstall dari CD-ROM, sedangkan apabila menggunakan FTP, maka installer akan didownload dari ftp site yang telah anda pilih.
Setelah proses ini selesai, anda telah berhasil menginstall FreeBSD !!. Setelah ini anda akan dibawa kembali ke menu konfigurasi.

53

Pilih menu root passwd, dengan memilih ini anda akan diminta mengisi root passwd yang dapat merupakan super user dari FreeBSD. Apabila anda menginginkan aplikasi lain yang terdapat dalam package CD-ROM, pilih packages dan pilih aplikasi yang hendak anda tambahkan dalam sistem anda. Di sini juga anda dapat mengkonfigurasi FreeBSD sebagai internet server. Apabila anda ingin mencoba FreeBSD yang telah anda install, maka pilih exit dan komputer akan reboot dan menjalankan FreeBSD sebagai sistem operasinya. Pertama kali anda masuk FreeBSD, maka akan ada tampilan seperti :

FreeBSD (nama komputer anda) (ttyv0)

login: root
Password:

ketik pada login prompt ‘root’ dan isi dengan passwd yang telah anda pasang tadi. Apabila ingin membuka konsol lain, gunakan Alt-F1, atau Alt-F2, dan seterusnya. Anda akan masuk ke FreeBSD, di sini anda bisa mempelajari perintah-perintah UNIX yang bisa dibaca dari buku-buku yang beredar di pasaran.
Demikian sekilas cara instalasi FreeBSD, walaupun artikel di atas hanya sekedar overview cara instalasi FreeBSD, saya harap artikel ini dapat menambah wawasan anda mengenai adanya sistem operasi lain selain Windows yang selama ini telah anda kenal.

Luthfi Kisbiono Arif
Onno W. Purbo
Computer Network Research Group ITB

Indonesian Go OpenSource

•Januari 30, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Indonesian Go OpenSource he…he.. ke USA dikit bahasanya lalau kembali ke Indonesia Go OpenSource “Ngilangin (n) nya ja kok repot” merupakan salah satu cara untuk melepaskan jati diri bangsa indonesia sebagai pembajak software yang mendapatkan rangking atau nilai yang prestisius di dunia 😉 “Ngumpet Duyu Ach Malu….” Lanjut Bro…

Untuk mewujudkan Indonsia Go OpenSource (IGOS) 😀 ada beberapa cara yang harus di tempuh oleh para pakar atau praktisi IT dan Pemerintah tentunya di bumi pertiwi ini dengan sasaran yang paling diutamakan adalah generasi penerus bangsa 😀 khsusnya generasi IT indonesia untuk waktu mendatang.

Adapun caranya yaitu :

  1. Bekerja sama dengan setiap departemen yang membawahi setiap sekolah baik departemen pendidikan nasioanal (SD,SMP,SMA/SMK) ataupun departemen pendidikan agama (MI,MTS,MA) untuk mewajibkan kepada setiap instansi atau lembaga pendidikan agar menggunakan OS/Software yang bersifat OpenSource di setiap LAB KOMPUTER yang ada di lembaga pendidikan masing – masing, tentunya dengan kesiapan dari praktisi IT untuk menjadi sukarela dalam menerapkan hal tersebut jika UU dari departemen pendidikan sudah dikeluarkan.
  2. Pemerintah harus bekerja sama dengan para pengrajin atau para designer untuk membuat sebuah asesoris baik berupa kaos, boneka, celana, aksesoris hp, gantungan kunci, wallpaper, yang di dalamanya terselip suatu pesan untuk mengenalkan OS/Software OpenSource, dengan tujuan setelah kenal atau tahu maka mereka generasi muda bisa mencintai dan menggunakan OS/Software OpenSource khusnya dikalangan para pelajar dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
  3. Pemerintah harus berani unjuk gigi dengan cara menambah budget untuk perkembangan dunia IT di negeri ini 😉 jangan cuman budget korupsi ja yang digedein 😀 masa negara kita kalah sama TimTim soal kampanye untuk bermigrasi ke OpenSource 🙂
  4. Untuk partisipasi dari kalangan mahasiswa IT adalah dengan cara siap untuk terjun langsung ke sekolah – sekolah dan mengkampanyekan apa itu OS/Software OpenSource dan bagaimana cara mendapatkan, menggunakan dan memberi pelatihan untuk bermigrasi ke bendera OpenSource.

Cukup segitu ja dech caranya untuk menuju Indonesia Go OpenSource… 😀 jika ada salah kata dan kurang mantep silahkan tuliskan lewat komentar di BLOG ini.

SALAM OPENSOURCE

SALAM UNIX

SALAM LINUX

SALAM TUX

SALAM IGOS

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Instalasi SuSe 10.2

•Januari 30, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Setelah mendapatkan CD/DVD OpenSUSE, kita dapat melakukan proses instalasi OpenSUSE dengan mudah. Yang diperlukan hanyalah mengubah proses boot agar komputer melakukan proses booting dari CD/DVD.

Proses instalasi OpenSUSE sebenarnya sangat mudah dan hanya memerlukan campur tangan kita pada beberapa proses saja. Sebagian besar pilihan dapat langsung kita terima, kecuali kita ingin melakukan beberapa perubahan.

Salah satu proses yang membuat pengguna baru OpenSUSE merasa bingung adalah proses pembuatan partisi. Banyak yang mengeluh data yang ada pada komputernya hilang karena salah membuat partisi.

Jika anda menggunakan harddisk yang sudah berisi data, lakukan backup data terlebih dahulu. OpenSUSE tidak akan merusak data kecuali kita yang salah memberikan perintah.

Partisi pada Linux sebenarnya hanya butuh 2 partisi, yaitu root partisi (/) dan partisi swap. Jika ingin melakukan instalasi pada Server dengan beban yang cukup banyak, kita bisa memisahkan partisi-partisi penting kedalam beberapa disk. Kita bisa membuat partisi khusus untuk /home, partisi khusus untuk /opt, /home dan lain sebagainya.

Bagi pengguna pemula, silakan gunakan partisi /, swap dan /home. Jika ragu pada besar partisi, gunakan partisi terbesar untuk /, berikutnya untuk /home dan sisanya untuk yang lain. Semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Secara default, partisi swap biasanya sebesar 1.5 Kali besar RAM.

Untuk pemilihan desktop manager, OpenSUSE menyediakan pilihan KDE, Gnome, Text Mode dan Base Graphics. Jika ingin membangun sebuah server berbasis OpenSUSE, pilihlah Text Mode. Pilihan ini akan memastikan bahwa hanya sistem dasar yang diinstalasi. Kerugiannya, anda tidak memiliki tampilan GUI.

Bagi pemula atau bagi Administrator yang terbiasa dengan sistem operasi Windows, gunakan KDE atau Gnome. Tampilan KDE atau Gnome tidak jauh berbeda dengan tampilan GUI Windows .

Jika menginginkan panduan instalasi OpenSUSE secara lengkap, anda bisa melakukan download file “Tutorial Instalasi OpenSUSE 10.2“. Tutorial ini dibuat oleh rekan Vavai dan menggunakan distro OpenSUSE 10.2.